Urus Paspor Sendiri Tanpa Ribet

Sekarang urus paspor sendiri nggak pakai ribet. Serius! Ceritanya bulan November lalu, kami ingin membuatkan paspor buat Anansa setelah tertunda berbulan-bulan karena selain kesibukan juga beberapa pertimbangan yang lain, termasuk malas dengan keribetan mengurus paspor. Waktu itu, suami menyarankan untuk mengurus paspor melalui jasa travel agent. Nggak masalah sih, tapi saya nggak rela harus bayar berkali-kali lipat daripada harga yang seharusnya dibayar dan jujur aja saya pribadi sih malu kalau harus ngurus via travel agent karena kesannya manja banget nggak sih… kan saya emak-emak setrong! (baca: emak-emak pelit) hahaha

Setelah baca beberapa blog mengenai pengurusan paspor zaman now, saya jadi optimis bisa lah diurus sendiri tanpa bantuan agen ataupun calo. Saya dan suami mulai cari info dan tenyata puji Tuhan jalan kami membuat paspor sangat dimudahkan dan lancar prosesnya. So, we’d like to share to you the steps & the tips 😉

1. Daftar Antrian Online

First thing to do adalah: mendaftar antrian secara online melalui https://antrian.imigrasi.go.id/ Tiap hari hanya buka antrian 200 kuota, jadi ya memang harus antri… judulnya aja antrian. Menurut pengalaman pribadi, kami daftar sekitar pertengahan Oktober dan mendapatkan nomor antrian di awal November. Jadi kurang lebih sekitar 2-3 minggu masa tunggunya. Tapi di beberapa saat tertentu (misalnya di masa peak season), menurut beberapa teman, slot antriannya selalu penuh.

Insider Tips: Daftar antrian online di pagi hari untuk mendapatkan kesempatan lebih besar memperoleh slot antrian

2. Siapkan Berkas Lengkap

Untuk pembuatan paspor bayi/anak-anak, persyaratannya adalah sebagai berikut:

  • Berkas asli dan fotokopi KTP orangtua.
  • Berkas asli dan fotokopi Surat Perkawinan orangtua.
  • Berkas asli dan fotokopi Akta Kelahiran atau ijazah orangtua.
  • Berkas asli dan fotokopi Akta Kelahiran anak.
  • Berkas asli dan fotokopi Kartu Keluarga.
  • Berkas asli dan fotokopi paspor orangtua bagian halaman depan dan belakang yang masih berlaku.

Tips: Jangan lupa semua berkas harus difotokopi dengan format kertas A4

3. Datang Lebih Awal di Hari-H

Kehebohan di hari H… Karena Anansa belum bangun sedangkan kami harus jalan pk.06.00 (agar sampai di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan sebelum pk.07.30) jadilah anaknya yang masih ber-piyama lengkap langsung diangkut ke mobil. Bawa semua bekal, susu, snack, plus baju ganti yang rapih & modis hahaha ya namanya kan foto paspor perdana harus kece dong yaaa….

Sampai di kantor Imigrasi Jakarta Selatan pk.07.15 dan diarahkan oleh petugas untuk langsung naik ke lantai 2. Di dalam kantor imigrasi sudah ramai tapi tergolong nyaman untuk menunggu… Buktinya Anansa nggak rewel sama sekali karena biasanya kalau tempatnya kurang cucok sama dia (a.k.a nggak nyaman), dia bisa langsung ngomong… “mau pulang,… mau pulang…” 🙈

4. Lapor di Meja Registrasi

Begitu sampai di lantai 2, jangan lupa untuk lapor di meja registrasi terlebih dahulu sekaligus dicek kelengkapan data-datanya. Kemudian, akan mendapatkan nomor antrian untuk dipanggil wawancara & foto. Khusus untuk bayi & anak-anak mendapatkan prioritas antrian yang lebih singkat. Kami sendiri mendapatkan antrian nomor 2.

5. Menunggu dengan Manis

Loket untuk sesi wawancara & foto baru dibuka pk.08.00 sehingga kami masih harus menunggu sekitar 30 menit. Fasilitas di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan terbilang lumayan lengkap, ada tempat fotokopi yang juga menjual minuman & snack, ada juga nursery room, toiletnya pun terbilang bersih untuk sebuah kantor pelayanan publik. Dan yang terpenting, antriannya jelas. Ada monitor untuk menunjukkan nomor antrian & mejanya.

Tips: Bagi anak, menunggu adalah hal yang paling membosankan dan bisa bikin anak jadi bad mood. Saya mensiasatinya dengan selalu bawa mainan, buku, dan snack yang lumayan bisa bikin Anansa menunggu dengan tenang.

6. Sesi Wawancara & Foto

Nggak pake lama, jam 08.00 teng, langsung dipanggil masuk dan kami pun menuju meja sesuai dengan nomor antrian kami. Berkas diperiksa dan petugas bertanya beberapa pertanyaan basic: seperti nama anak, tujuan pembuatan paspor, dan jenis paspor yang diinginkan (e-passport atau paspor biasa 24/48 halaman). Kemudian tibalah sesi foto yang lumayan heboh… Tadinya saya berniat untuk memangku Anansa eh ternyata anaknya mau duduk sendiri tanpa dipangku dan langsung siap berpose. Si bapak petugas semangat 45 mengarahkan Anansa dan surprisingly anaknya nurut-nurut aja malah pose duck face segala. OMG… She really enjoyed her time for sure.

Tips: Saya selalu cerita ke Anansa hari ini mau foto paspor, ini bapaknya yang mau fotoin Ansa, dan nanti Ansa foto di kursi itu, Peppa Pig juga ikut nemenin Ansa foto lho (karena hari itu bawa sticker Peppa Pig), diulang-ulang terus. Intinya saya berusaha membuat Anansa merasa nyaman & tidak clueless soalnya menurut pengalaman pribadi terkadang kalau Anansa nggak diberitahu dia mau ngapain biasanya insting pertama adalah menolak.

7. Pembayaran

Wawancara & Foto sudah, sekarang saatnya untuk melakukan pembayaran melalui transfer bank ke BRI atau langsung bayar di teller BRI di dalam kantor Imigrasi Jakarta Selatan. Untuk pembayaran paspor biasa 24 halaman tarifnya sebesar Rp.155.000. And that’s it! All done in less than 1 hour.

8. Pengambilan Paspor

Untuk paspor biasa prosesnya 3 hari kerja. Jadi 3 hari kemudian, suami datang ke kantor imigrasi untuk mengambil paspor perdana Anansa. Datang jam 8 pagi, kemudian mengambil nomor antrian dan dapat nomor 38. Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, akhirnya dipanggil untuk mengambil paspor dengan menunjukkan bukti pembayaran.

Jadi cukup mudah kan urus paspor sendiri? 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s