Family Photoshoot with Toddler

“Kok bisa ya Anansa anteng gitu pas foto keluarga?”

Aslinya… ada toddler yang mengamuk, lagi bad mood, dan bikin heboh satu studio. Tadinya udah pesimis dapet hasil foto yang ok, ternyata malah sebaliknya…sangat natural dan dapet momen kebersamaannya (termasuk momen si bocah lagi ngambek). Jadi, berdasarkan pengalaman foto keluarga resmi pertama kalinya ini, saya mau sharing sedikit tips & tricks how to do a family photo session with a toddler.

  1. Pilih tempat & fotografer yang fleksibel waktunya

Tahu sendiri lah yang namanya toddler bukan seperti emak-emaknya yang emang doyan difoto…sampai studio foto langsung bisa pose cus jeprat jepret. Toddler ini butuh yang namanya “pemanasan”, seperti kenal dulu dengan studionya, fotografernya, muter-muter keliling sampai merasa nyaman. Nah, sesi “pemanasan” ini sendiri kadang sebentar, tapi mostly it takes time… Jadi, fleksibilitas waktu penting dan tidak bisa dalam kondisi sedang diburu-buru waktu.

  1. Pilih studio foto yang nyaman

Foto keluarga perdana kami ini bertempat di myhome studio (IG @myhome_studio) yaitu rental studio foto yang menyediakan beragam setting foto sesuai tema, jadi kita tinggal pindah-pindah spot dan ruangan untuk mendapatkan tema yang berbeda. Karena lokasinya di sebuah rumah, jadi pasti homey…karena ya seperti di dalam rumah. Nggak panas karena AC nyala terus dan menyediakan minuman dingin yang bisa dibeli. Ini kelihatannya sepele ya… cuma buat saya pribadi ini hal yang penting dan sangat membantu soalnya si bocah agak sedikit tenang pas dikasih susu milo dingin hehehe Crewnya pun juga sangat friendly dan very helpful.

  1. Do it naturally

Di awal sesi foto ini, kami sempat diarahkan gaya, tapi karena si bocah ngamuk-ngamuk nggak jadi-jadi deh dapet pose yang proper. Kebayang dong ya emak-bapaknya udah siap, lihat kamera…eh si bocah tiba-tiba merengek minta nemplok di emaknya. Jadi si fotografer berinisitaif agar kami bergaya suka-suka aja, natural seperti kalau sehari-hari main sama Anansa. And it works! Malah foto-foto yang natural ini hasilnya baguuuus banget… dapet semua ekspresinya tanpa dibuat-buat, meskipun double chin terpampang nyata tapi sutralah…itu bisa diedit. Bisa kan ya? Bisa kan?

  1. Properti minimalis

Pada dasarnya saya orangnya simple, suami pun demikian. Jadi kami nggak pengen ribet harus pake properti ini lah atau itu lah karena bagi kami yang terpenting adalah momen kebersamaan & kehangatan yang harus terpancar dari foto ini, bukan barang-barang yang dipakai. Di satu sisi, nggak bakal kebayang ribetnya kalau harus pakai properti macem-macem sementara kami masih harus menghadapi mood si bocah yang turun naik bak kurs valuta asing. So, less is more!

  1. Keep calm and strike a pose

Yang namanya emak-emak menghadapi toddler di masa-masa tantrum tentunya stress, mana udah dandan & pakai baju keren…eh anaknya menolak di foto. Trus piye? Nggak mungkin kan ya nangis di pojokan hehehe ya dihadapi dengan senyuman aja dan terus berusaha agar si anak kembali bagus lagi mood-nya. Jangan terlalu dipaksa karena malah akan membuat suasana makin nggak enak. So, woles is the best way. Kalau anaknya nggak mau foto, ya emaknya aja yang foto kan yaaa….

 

Photography @myhome_studio

MUA @novieongmakeup

Dress @foremaofficial by @tinarabridal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s