Generasi Langgas

Happy Saturday!

Berbeda dengan yang topik biasanya, yaitu seputar motherhood, kali ini saya mau sharing tentang buku yang “gue banget” judulnya Generasi Langgas Millennials Indonesia.

Generasi langgas atau millennial adalah generasi yang lahir antara tahun 1980 – 2000, berarti saya termasuk di dalamnya. Nah, menurut Yoris Sebastian & team (pengarang buku ini), generasi langgas sangat berbeda dengan generasi sebelumnya dan sering kali dicap sebagai generasi instan, generasi copas, dan generasi yang nggak mau susah. Is it true? Di sisi lain, peranan millennial sangat besar karena prosentase terbesar usia produktif di Indonesia adalah dari kalangan ini.


Saat membaca buku ini halaman demi halaman, saya seperti berkaca: “Iya nih ini gue banget”. Sebagai seorang millennial, yang termasuk golongan the family millennial, saat ini saya sudah berkeluarga dan memiliki 1 orang anak dan berada di tahap (agak sedikit) mapan hahaha Yang saya ingat saya tidak pernah ragu mengejar apa yang saya cita-citakan, meskipun tantangannya buanyaaak dan kadang memang nggak masuk akal tapi ya tetap saja saya lakoni. Saya cenderung melakukan sesuatu karena ya saya suka. I’m passionate about that things, in particular: my passions are creativity & communication. Jadi sejak di bangku sekolah saya telah membuat keputusan-keputusan berdasarkan passion saya, bukan karena keinginan orang tua ataupun peer group. Misalnya mau les ini itu, pilih penjurusan saat SMA (yaitu IPS, karena saya udah muak sama les-les privat matematika, kimia, fisika), dan pilih jurusan saat lulus SMA yaitu Komunikasi Massa yang menurut saya adalah the best decision I’ve ever made! Kenapa? Ya karena setiap hari saya berkutat dengan sesuatu yang saya cintai: komunikasi. And I don’t mind at all…

Tapi passion saja nggak akan cukup. Ada yang namanya: ikigai.

Ikigai memiliki arti a reason to wake up each morning. Passion hanyalah salah satu bagian dari ikigai.

Nah… apakah sudah menemukan ikigai? Kalau belum cari dan cari terus sampai dapat.

Satu hal yang saya setuju banget: kalau generasi sebelumnya mengukur kadar kesuksesan seseorang dari banyaknya harta (baca: duit), kalau saat ini indikator kesuksesan beragam, misalnya: keren karena punya banyak followers di sosmed, pintar karena mampu memecahkan masalah dengan solusi praktis yang tepat sasaran (Yes, I’m talking about Go-Jek!), ataupun jadi aktivis yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan yang telah membawa perubahan bagi orang lain.Intinya: hidup bukan masalah duit melulu.


Masih banyak lagi hal-hal menarik tentang generasi langgas yang tertulis apik, singkat, padat, to the point, dan on point… ya seperti karakter si generasi langgas sendiri. Saya sangat merekomendasikan siapa saja untuk membaca buku ini, khususnya untuk para generasi lain yang kadang suka bingung dengan kelakuan dan pemikiran kami.

Anyway, I borrowed this book from my mom. I think she’s more millennial than me… 😉😁😂 Happy reading!

Judul: Generasi Langgas Millennials Indonesia

Pengarang: Yoris Sebastian, Dilla Amman, & Youth Lab

Penerbit: Gagas Media

ISBN: 978-979-780-871-6

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s