Flying with Baby

Hi, we’re back! And we’re back in Surabaya dan baru sempet ngeblog lagi soalnya beberapa minggu kemarin udah kayak setrikaan… mondar mandir, termasuk traveling (baca: liburan) yang ternyata traveling with baby susah-susah gampang karena anak bayik yang satu ini sedang memasuki fase bayik ABG, lagi galau, susah diatur, heboh pisan, plus giginya lagi tumbuh lagi (dan banyak pula!). Kombinasi itu semua yang bikin kepala puciiing. Tapiiii… setiap lihat ekspresi Anansa yang hepi dan enjoy banget sama yang namanya traveling, it’s all worth the rempongs. Nanti ya saya sharing tentang ini di blog post terpisah.

Sekarang saya mau sharing mengenai flying with baby. Pertama kali terbang Anansa masih berusia 3 bulan dan hingga saat ini sudah 4x naik pesawat, rutenya masih domestik sih: Jkt-Sby dan Sby-Jkt. Persiapannya sudah pasti heboh, mulai dari nyicil packing seminggu sebelumnya sampai kontrol ke dokter untuk memastikan kondisi fisik si anak bayik siap untuk terbang. Thank God everything was good. 

Tips#1: Jadwalkan kunjungan ke DSA tercinta, siapkan berbagai pertanyaan penting, dan minta juga surat keterangan terbang buat si anak bayi (mencantumkan usia & statement kalau si anak bayi dalam kondisi fit untuk terbang). Ketika bertemu DSA, pertanyaan pertama si dr. Yovita adalah: “Mau tebang kemana?” Jadi, untuk usia 3 bulan, dr. Yovita menyarankan untuk tidak melakukan penerbangan jarak jauh terlebih dahulu (lebih dari 2 jam perjalanan). Syarat terpenting adalah kondisi tubuh si bayi harus fit karena kalau si bayi flu atau batuk otomatis dia akan mengalami sakit telinga saat take off maupun landing karena adanya perbedaan tekanan udara yang tajam, which is it’s so sad to see babies crying in the airplane. Perlu pakai headset? Nggak perlu karena sebetulnya yang perlu diatasi adalah menyeimbangkan cairan di saluran tenggorokan dan telinga. Kalau orang dewasa dengan menelan ludah atau makan permen sudah bisa megurangi tekanan udara. Kalau bayi diberi susu (baik botol ataupun direct breastfeeding) atau makan sesuatu, misalnya roti atau biscuit. Intinya, si bayi ada kegiatan menelan. Doctor said she’s ready to fly. So, ok lah, let’s fly then! …padahal saya deg deg an setengah mati…

Di satu sisi, saya cukup PD karena secara durasi perjalanan masih masuk akal untuk membawa bayi, apalah artinya 1 jam 10 menit… bentaran doang udah landing! Eitss… ternyata salah, terbangnya sih memang 1 jam 10 menit tapi yang lain-lain inilah yang jadi x factor. Wajib memperhitungkan waktu yang digunakan untuk siap-siap dari rumah (tau sendiri kan nyiapin bayi itu lumayan makan waktu), perjalanan ke bandara, hingga harus datang lebih awal untuk check-in dan mempersiapkan bayi sebelum take-off (sudah kenyang, popok kering, hati hepi). Trust me! belum masuk pesawat sudah lelah duluan. Jadi tips #2 buat para ortu adalah siapkan stamina, bangun (jauh) lebih awal, dan pilih outfit yang praktis, nyaman, dan nggak ribet.

Nah, tips#3: pakaikan baju yang nyaman buat si baby. Comfy over stylish. Kalau saya pribadi nggak bakalan kasih pernak-pernik (misalnya: bando, pita, bandana) ke Anansa soalnya pasti ribet kalau lepas-lepas. So, simple and chic is always the best solution. Saya juga memilih sistem layering daripada memakaikan 1 baju dingin/yang bahannya tebal. Favorite combo Anansa adalah T-shirt katun + leggings + jacket/sweater.

Tips #4: Less is More. Ini berlaku banget saat mempersiapkan tas apa saja yang harus dibawa ke dalam kabin pesawat. Kalau kebanyakan tas, sudah pasti rempong luar biasa. Pengalaman saya terbang hanya berdua dengan Anansa dan membawa 2 tas (1 diaper bag + 1 sling bag) rasanya sudah sangat repot. Next time saya akan pilih backpack saja.

Ada beberapa strategi agar bayi tetap tenang saat di dalam pesawat, misalnya sebelum berangkag dibuat capek, atau malah sebaliknya saat berangkat harus dalam keadaan segar. Menurut saya, semua tergantung bayi masing-masing karena tiap bayi punya kebiasaan dan karakter yang beda. Selain itu, usia bayi juga berpengaruh. Menurut saya makin besar usia si bayi, makin challenging, terutama di fase bayi sedang senang-senangnya bereksplorasi dengan hal-hal baru. 

Tips #5: One for sure, whatever happens keep calm & collected (padahal dalam hati udah pengen ikutan nangis kejer). Banyak hal yang mempengaruhi tingkat kerewelan bayi. But one for sure, si bayik-bayik ini merasa nggak nyaman. Kalau Anansa, justru rewelnya saat sebelum take-off karena biasanya di dalam pesawat agak panas dan dia merasa kegerahan (apalagi si anak bayik satu ini paling nggak tahan gerah) dan mungkin juga pengap jadi agak susah napas… rewelah dia. Kalau udah nangis (dan kenceng pula), saya cuma bisa berusaha untuk menenangkan dan membuatnya nyaman… which is pe-er banget dan sampai penerbangan ke-4 masih sama. Untungnya hebohnya cuma sekitar 10 menit, selanjutnya (setelah adem) kalau nggak bobo ya main. Jadi ya dinikmatin aja kehebohan itu.

Tips #6: (some) People are kind. Pasti salah satu kekhawatiran saat terbang dengan bayi adalah takut mengganggu kenyamanan penumpang lainnya, well at some point it is true, tapi banyak juga kok penumpang yang bersimpati (apalagi kalau yg terbang cuma ibu & bayi) dan menawarkan bantuan. Jadi jangan berkecil hati kalau bayi kita bikin heboh satu pesawat dengan tangisannya (ya namanya juga bayi). Sebagian dari penumpang pasti merasa “been there, done that”, dan sebagian lagi mungkin merasa nantinya di masa mendatang akan mengalami hal serupa. So, take a deep breath, relax, and enjoy the flight (ucapkan dalam hati berulang-ulang kali). 

 

 

 

 

 


 

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. bluestellar says:

    Penting bgt nih nin infonya buat gue.. Apalagi nanti mau terbang sama alanna selama 17 jam. Deg2an pas mau take off dan landingnya, gmn cara nyusuinnya ya? Apa lgs atau harus pake botol?

    Like

    1. nina.wk says:

      Neng, kalau aku mostly direct soalnya anaknya udah kebiasaan langsung hehehe tapi sedia botol juga sih. Tadinya aku juga deg-degan waktu take off & landing, tapi ternyata sebelum take off & landing Anansa malah bikin kehebohan…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s