One week away

on

Hari ini tepat seminggu saya dirawat di rumah sakit, tepat seminggu pula sementara harus berjauhan dengan bayi saya, Anansa. Rasa sakit mungkin masih bisa saya tahan, tapi rasa kangen sama Anansa rasanya jauh lebih sakit. Maklum, sejak lahir Anansa selalu saya rawat sendiri. 24/7 nemplok terus, paling lama saya tinggal itu 6 jam dan kalau lebih dari itu jadi cranky. Jadi begitu ketahuan saya harus opname, saya bingung bagaimana mau ninggalin Anansa.
Thank God, ternyata anaknya lebih tough dari mamanya. Nggak ada drama nangis histeris. Anansa super tenang, menjalani harinya juga seperti biasa. Malah mamanya yang mewek-mewek terus. Di sinilah saya merasa ada kekuatan bonding yang begitu besar saat merawat anak sendiri tanpa nanny. Tetapi, akan salah jadinya kalau kesuksesan merawat anak tanpa nanny membuat kita merasa lebih superior/lebih hebat dibanding ibu-ibu dengan bantuan nanny. Tanpa nanny, aku bisa lebih memahami peran sebagai ibu tanpa membandingkan & memandang lebih rendah/lebih tinggi ibu lain karena tiap kita adalah spesial. Bukan begitu, ibuk-ibuk? 😉 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s