Dasar-Dasar MPASI

Saya selalu excited setiap kali Anansa memasuki milestone baru, salah satunya fase pengenalan makanan atau MPASI. “Kira-kira pertama kali Anansa dikasih makan apa ya?” itu pertanyaan pertama saya. Setelah baca ini itu, ternyata nggak cuma masalah apa jenis makanan pertama yang akan diberikan lho, banyak hal yang harus dipahami sebelum memulai MPASI pada bayi. Saya coba ringkas melalui  poin-poin berikut ini ya.

  1. Prinsip Dasar MPASI
  • Sesuai dengan namanya MPASI – Makanan Pendamping ASI, maka minggu-minggu pertama pemberian makanan lebih ditujukan sebagai langkah awal pengenalan makanan (rasa & tekstur) , bukan sebagai sumber energi utama. ASI masih berperan sangat penting dan harus diberikan kepada bayi sesuka bayi. Meskipun demikian, MPASI harus bernutrisi. Sebaiknya hindari pemberian makanan bayi instan. Selalu berikan makanan yang segar dan terbaik bagi bayi karena usia 0-2 tahun adalah masa keemasan bagi tumbuh kembang anak.
  • Usia pemberian MPASI adalah minimal 180 hari atau 6 bulan jika tumbuh kembang bayi normal. Untuk beberapa kasus tertentu, misalnya tumbuh kembang bayi yang terhambat, pemberian MPASI bisa dipercepat tetapi selalu konsultasikan dengan DSA kapan waktu yang tepat untuk memberikan MPASI pada bayi.
  • Apa tujuan yang ingin dicapai? Kelihatannya sepele ya, tapi bagi saya MPASI lebih dari sekedar memberi makan pada bayi. Tujuan saya adalah memperkenalkan beragam sumber makanan alami dan rasa serta tekstur kepada Anansa sehingga nantinya tidak menjadi picky eater. Ada teman saya punya tujuan MPASI agar anaknya saat berusia 1 tahun sudah bisa makan makanan padat (misalnya: nasi & pasta). Ada juga yang tujuannya agar anaknya bisa makan sendiri (self-feeding). Tiap orang tua punya tujuan yang berbeda dan sifatnya sangat personal, tetapi tujuan berbeda menentukan strategi pemberian MPASI yang berbeda pula.
  • Stimulus penting! Menurut dr. Tiwi, kecerdasan pada anak dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu: genetik, nutrisi, dan stimulus. Yang paling besar pengaruhnya adalah… stimulus, yaitu bagaimana indera anak selalu dirangsang melalui lingkungan sekitarnya. Stimuli terdekat & terpenting adalah orang tua dan keluarga. Jadi bagaimana kehadiran kita sebagai orang tua menyuapi, mendampingi, dan menyemangati si anak bayik saat mereka memulai MPASI itu penting banget! Suasana yang ceria, hangat, dan penuh kasih sayang berpengaruh lho pada kesuksesan pemberian MPASI.
  • Responsive feeding yang artinya menjadi responsif saat memberikan makan pada bayi: memulai menyuapi dengan semangat dan penuh cinta, selalu gembira saat menyuapi, ajak bayi berinteraksi, dan yang terpenting saat bayi menolak makan, jangan dipaksa. Oiya, satu lagi, jangan mudah menyerah! Mungkin hari ini si anak bayik menolak makan, besok belum tentu. Sabar & telaten itu kuncinya!

 

  1. Metode MPASI
  • WHO

Panduan MPASI versi WHO adalah pengenalan semua jenis makanan sejak awal MPASI dengan peningkatan tekstur, porsi, dan frekuensi di tiap minggunya. Makanan pertama yang disarankan adalah golongan serealia karena potensi alergi yang rendah. Pemberian buah diberikan sebagai cemilan/snack, bukan porsi makanan utama. Intinya, makanan yang diberikan kepada bayi harus cukup nutrisi.

Selama 2 minggu pertama, bayi dikenalkan pada menu tunggal, yaitu bubur/puree dari 1 bahan. Tujuannya agar bayi kenal rasa tiap makanan. Selain itu, pemberian menu tunggal akan mempermudah kita mengamati reaksi alergi (biasanya muncul setelah beberapa jam sesudah bayi makan). Menu tunggal disarankan diberikan selama 3-4 hari berturut-turut.

Setelah 2 minggu menu tunggal, minggu-minggu selanjutnya dapat diberikan menu dengan komposisi: Karbohidrat + Protein Hewani + Protein Nabati + Sayur + Lemak tambahan (misalnya: unsalted butter & extra virgin olive oil). Menu ini dikenal dengan istilah Menu 4 Bintang

  • Food Combining

Berbeda dengan metode WHO, metode Food Combining berprinsip bahwa pengenalan makanan harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan pencernaan bayi. Pilihan utama untuk memulai MPASI adalah buah karena buah mengandung karbohidrat sederhana yang bisa dengan mudah diserap oleh tubuh. Menurut metode ini, pemberian karbohidrat di awal MPASI bisa memperberat kerja organ cerna bayi.

  • BLW

Baby-Led Weaning atau disingkat BLW pertama kali dipopulerkan oleh Gill Rapley dan Tracey Murkett adalah teknik pemberian MPASI dengan membiarkan bayi mengambil sendiri makanannya dan makan sendiri. Jenis makanan BLW adalah finger food yaitu makanan yang dipotong/dibentuk sebesar jemari tangan sehingga bayi bisa mengambil dengan jarinya untuk dimasukan sendiri ke dalam mulutnya. Jadi, dalam BLW tidak mengenal tahap makan puree/bubur karena langsung menuju ke makanan semi padat. BLW ini menekankan bayi agar mampu mengunyah makanan yang agak padat dan memberinya kebebasan untuk bereksplorasi dengan makanan.

 

  1. Persiapan Menuju MPASI
  • Cari referensi sebanyak-banyaknya, pilah informasi sesuai dengan kebutuhan, dan dipelajari. Hari gini ngaku susah cari informasi? Masa tiap jam bisa update status di Facebook, tapi nggak bisa cari info tentang MPASI? Bukibuk banyak lho situs/blog/forum yang membahas mengenai MPASI, seperti blog ini contohnya 😉
  • Sumber referensi lainnya (dan terpercaya) adalah DSA. Jangan lupa (dan jangan mau rugi) saat kontrol bulanan, konsultasikan mengenai rencana pemberian MPASI.
  • Perlengkapan tempur. Nah ini, it’s the most exciting part! Kalau ini sih emang mamanya yang doyan belanja. Jangan lupa selalu bikin list (biar nggak overbudget). Lebih lengkap mengenai perlengkapan tempum MPASI Anansa bisa dibaca di sini ya!
  • Planning Menu. Setelah mendapat metode MPASI yang diinginkan, langkah berikutnya adalah planning menu. Tidak selalu tetap, karena pasti di tengah perjalanan, ada beberapa menu yang diganti karena menyesuaikan dengan sikon. But overall, making a plan is always useful.
  • Harus siap mental saat makanan dilepeh, disembur, dibuang padahal sudah bangun subuh-subuh menyiapkan makanan. Harus siap mental juga menghadapi kerempongan saat traveling dan yang pasti cucian piring yang nambah… banyak!

Happy MPASI-ing!

sumber referensi:

http://who.int/mediacentre/factsheets/fs342/en/

Introducing Your 6-8 Month Old Baby to Solid Foods – Solid Food Charts

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s