Normal atau Cesar?

“Normal atau Cesar?” tanya seorang ibu paruh baya di sebelah saya

“Cesar, Bu” jawabku

“Wah…saya anaknya 5, semuanya lahiran normal, lho” kata si ibu dengan bangganya.

Nah…yang begini nih yang suka bikin emosik. Wajar banget kok merasa bangga, apalagi anaknya 5 dan lahirnya normal semua, tapi yang bikin KZL adalah kadang ibuk-ibuk yang melahirkan anaknya secara Vaginal birth (yes, it’s called vaginal birth not “normal birth”) 
kadang suka merendahkan ibuk-ibuk yang lahirannya “nggak normal” tanpa tahu cerita di balik proses persalinan. Waktu itu sih pengen cerita ke ibu itu panjang lebar sejarah lahirnya Anansa, tapi udah keburu dipanggil masuk ke ruang kontrol dokter.

Jadi ceritanya di sini aja ya… (semoga si ibu beranak 5 itu baca)

Normal atau cesar? pertanyaan sejuta umat yang ditanyakan bahkan saat perut masih mlendung. Kalau menurut saya, ini opini pribadi lho…boleh setuju atau tidak, sebetulnya tidak ada pilihan lain selain melahirkan secara normal jika kondisi ibu dan janin baik-baik saja. Cesarian sections (C-sects) itu hanyalah solusi terakhir jika kondisi ibu & janin dalam risiko persalinan, misalnya hipertensi, placenta previa, diabetes. Jadi saya kurang setuju kalau ada dokter kandungan yang bertanya ke calon ibu yang kondisi kehamilannya prima “nanti mau lahiran normal atau Cesar?”. Apalagi disuruh pilih tanggal dengan alasan mau cari tanggal cantik atau hari baik… #tepokjidat

Sewaktu hamil saya selalu mengkondisikan dan mensugesti diri sendiri bahwa nantinya saya akan menjalani proses persalinan V-birth. Segala macam “latihan” saya ikuti, mulai prenatal yoga, senam hamil, sampai rajin jalan-jalan ke mall. Takut? sudah pasti. Untungnya suami, keluarga, dan dokter kandungan saya sangat suportif dan terus menyemangati hingga detik-detik terakhir sebelum akhirnya diputuskan bahwa saya akan menjalani Emergency C-sects. Iya akhirnya cesar, setelah kurang lebih 20 jam kontraksi dan bukaan lengkap (catet! bukaan lengkap!) tapi si anak bayik belum bisa keluar. Oh my…rasanya itu pengen nangis kenceng tapi nggak bisa soalnya udah super duper cape.

“Kita operasi ya sekarang?” tanya dr.Bhim kepada kami.

“Ok dok” kata suami dan saya cuma mengangguk pasrah.

Seketika suasana menjadi tegang. Saya ingat si mama cuma bilang “nggak apa-apa Nin operasi.” Saya dibawa ke ruang operasi dan suasana semakin tegang karena semuanya disiapkan secara cepat karena risiko kehabisan darah dan bayi keracunan sangat besar (karena air ketuban sudah pecah). Saya cuma bisa bengong karena semua tampak sureal. Dokter anestesi membisikkan “kamu tenang sekali, hebat”, saya hanya menjawab dengan lemas “saya cuma bisa pasrah, yang penting bayinya selamat,”. Dalam hitungan menit, saya sudah berada di meja operasi dan operasi langsung dimulai tanpa ba bi bu… Saya terus berdoa, berdoa, dan berdoa. Puji Tuhan, 20 menit kemudian terdengar suara tangisan bayi…tangisannya keras, dr. Bhim memberi kode bahwa semuanya ok. Sambil berurai air mata, saya melirik bayi mungil yang sedang diperiksa oleh dokter anak. Tidak lama kemudian, dia dibawa ke saya, didekatkan ke kepala saya. Saya menyentuh jemari mungil dan pipinya. “Welcome to the world, baby girl”, I said to her.    

For it is by grace you have been saved, through faith—and this is not from yourselves, it is the gift of God

Ephesians 2:8

That’s why her middle name is Gratia because only by His grace, she’s been saved and was born into this world.

“Wah Bu, sekalinya punya anak langsung ngerasain lahiran normal sama cesar ya”, ledek suster saat saya keluar dari ruang operasi.

Saya hanya bisa tersenyum… Manusia bisa berencana, tapi tetap Tuhan yang menentukan.

note:

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dokter (khususnya dr.Bhim & team), bidan, suster, tim emergency surgery RS Pondok Indah yang telah melakukan upaya terbaiknya di saat-saat tergenting di hidup saya. Semoga Tuhan selalu memberkati.

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Cindy says:

    *Toss* Sesama korban emergency C-Sec yang di dalem ruang operasi masih bengong mencerna keadaan haha…. Saking bengongnya sampe ga sempet nangis padahal kondisi lagi genting 😉

    Like

    1. nina.wk says:

      Hahaha iyes banget Cin… *tos!*

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s