Makan Ini Boleh, Makan Itu Jangan!

Salah satu yang suka bikin KZL alias kesel adalah dilarang makan ini itu tanpa ada alasan medis yang jelas. Biasanya berdasarkan mitos, misalnya jangan kebanyakan air es nanti bayinya besar, atau jangan makan kepiting nanti anaknya gratilan kayak kepiting yang kaki (atau tangan) nya banyak, atau jangan makan areng nanti anaknya item (ya kaleusss makan areng).

Jadi gimana dong? Jadi calon ibu harus mulai aware alias peduli dengan apa yang baik atau buruk buat janin. Caranya harus cari informasi sebanyak-banyaknya berdasarkan medis makanan apa yang baik dikonsumsi saat hamil, apa yang harus dikurangi, dan apa yang nggak boleh dimakan sama sekali. Kalau masih percaya sama mitos, ya boleh-boleh aja sih asal siap-siap menanggung akibatnya, yaitu ngiler.

Cara yang paling mudah adalah tanya dokter kandungan. Tapi memang sih tiap dokter kalo ditanya suka beda-beda jawabnya. Pernah sekali saya nanya ke dokter A, jawabnya: “nggak ada pantangan, makan apa aja nggak masalah”. Trus kalau menurut dokter B, yang sama sekali nggak boleh dimakan adalah: makanan mentah (bye bye sashimi & sushi), makanan setengah matang (telur/daging), mengandung alkohol (miras), dan makanan yang tidak dipasteurisasi khusunya keju-kejuan semacam Brie, Camembert, Feta, Blue Cheese (which is nggak mungkin dimakan juga sih karena mihiiil bok!). Kenapa makanan-makanan tersebut nggak boleh dimakan? Karena makanan yang belum matang/setengan matang mengandung bakteri berbahaya yang bisa menyebabkan kecacatan pada janin. Nah, untuk lebih jelasnya bisa dibaca di sini ya.

Ada beberapa jenis makanan yang harus dikurangi selama hamil, yaitu:

  • makanan ber MSG (no more micin, vitsin, chiki2an, dan teman-temannya)
  • mengandung banyak gula
  • mengandung kafein
  • seafood (karena takut terkontaminasi mercuri)
  • mengandung zat pewarna & pengawet

“Udah makan aja semua, kan lagi hamil perlu makan banyak dan porsinya kan buat dua orang”…. hmmm biasanya orang suka bilang gitu kan ya. Tapi yang perlu dipikirkan & dipertimbangkan lagi adalah:

  • apakah makanan itu bernutrisi baik?

Kalau makannya banyak tapi yang dimakan junk food dan snack semua ya sami mawon… nggak ada gizinya! malah mendandung banyak zat pengawet & pewarna yang berbahaya bagi janin.

  • makan sampai kenyang atau kekenyangan?

Nggak berhenti makan kalau nggak sampai kenyang? Justru yang baik adalah makan sesuai porsi yang sewajarnya tapi sering daripada makan sekali tapi porsinya sebakul. Kenapa? Karena kerja pencernaan kita saat hamil melambat, jadi kalau makannya kebanyakan kerja lambung dan teman-temannya menjadi berat yang berakibat pada rasa mual setelah makan.

  • menjaga berat badan

Kata siapa hamil bisa enak-enakan? Justru menurut saya, kehamilan yang bertanggung jawab adalah kehamilan yang memperhatikan kondisi terbaik bagi ibu dan si baby, salah satu caranya adalah menjaga berat badan. Nah, banyak orang yang salah kaprah, menjaga berat badan sama dengan diet trus nggak makan apa-apa…. bukaaaaan! Menjaga berat badan (dan diet) itu artinya mulai peduli apa yang kita makan itu baik atau buruk bagi janin, apa yang harus ditambah dan apa yang harus dikurangi. Kenapa sih menjaga berat badan itu penting? Karena ada hubungannya dengan kesehatan janin dalam kandungan, kesehatan ibu, dan proses persalinan.

Hipertensi dan diabetes, misalnya, yang dialami oleh bumil akan dikategorikan sebagai kehamilan beresiko tinggi dan perlu penanganan khusus (biasanya akan dirujuk ke ahli fetomaternal). Berat badan janin yang melebihi bbj normal akan mempersulit proses persalinan secara normal dan berpotensi menyebabkan bayi obesitas. Kenaikan berat badan ibu yang berlebih juga akan beresiko dalam persalinan. Jadi, menjada berat badan itu penting yang ibu-ibu! Bukannya nggak makan ini itu lho, tapi tahu batasan wajar dan you know now you have to think about your loved one inside your belly rather than a desire just to satisfy your appetite…

Eh tapi…ada kalanya juga sih saya suka khilaf (ya….namanya manusia kan ya) hahaha tapi cuma bentar kok khilafnya. Trus memang ada beberapa makanan/minuman yang sebenernya nggak masalah dikonsumsi saat hamil (misalnya: kopi) asal tidak melebihi batas. Nah, untuk yang satu ini, saya memang sengaja berhenti minum kopi sama sekali, karena nggak yakin kandungan kafein di dalam kopi itu sesuai takaran apa nggak… ya lebih baik puasa kopi dulu *nangisdipojokan*. Berikut chart keberhasilan dan kegagalan saya menjaga asupan makanan selama hamil:

SUKSES vs GAGAL
SUKSES vs GAGAL (beda tipis lah yaa…)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s