Melatih Kesabaran

on

Orang bilang hamil itu sebenarnya adalah latihan kesabaran… Bener banget! Tapi ya yang namanya lagi hamil pasti emosi naik turun secepat kilat dan kadang-kadang orang lain memang suka seenaknya kalau berkomentar. Untungnya masih bisa sabar (meskipun lebih ke arah nyolot sopan… #yakaleus), tapi masa sih nggak sebel kalo lagi hamil trus dikomentarin kayak gini…

Ya ampun kamu baru hamil? Lama juga ya dari nikah sampai sekarang baru hamil?

what the….?!?! Padahal jarak antara nikah sampai hamil nggak sampai 2 tahun bok! Nih orang yang suka komentar kayak gini benar-benar nggak ada empatinya. Gimana coba perasaan orang yang bertahun-tahun mencoba untuk hamil tapi gagal terus? Ini baru 2 tahun lho, banyak yang mencoba untuk hamil sepanjang hidup pernikahannya dan akhirnya menyerah karena sudah mencoba segala cara dan gagal. So, better think (others feeling, not just a person you’re talking to) before speak! 

Kamu hamil 5 bulan tapi kok posisi perutnya udah di bawah?

Nah, tipe orang yang suka menganalisa bentuk perut perempuan hamil biasanya kurang teredukasi (dan kurang kerjaan pastinya). Kenapa? Ya karena kehamilan tiap individu itu beda-beda. Kenapa? Ya karena tiap orang punya tipe badan yang berbeda. Jadi, biarlah masalah letak perut yang di atas, tengah, dan bawah jadi urusan si bumil, dokternya, dan adek bayi di perut.

Nanti mau lahirannya normal atau Caesar?

Pertanyaan 1001 umat manusia tapi cuma 1 yang tahu jawabannya: Tuhan. Ya siapa sih yang nggak pengen lahiran secara normal, lebih irit bok! Tapiii kalau keadaan memaksa harus operasi Caesar? Ya masa tetep ngotot lahiran secara normal dan mengambil semua risiko yang membahayakan janin demi… uang dan gengsi. Eh iya lho, banyak ibu-ibu yang bangga kalau bisa lahiran normal seakan-akan itu adalah satu-satunya cara merasakan menjadi perempuan seutuhnya. C’mon, segitu dangkalnya pemikiran, Anda buk-ibuk?! Saya aja nggak pernah nanya ke ibu yang lagi hamil nantinya mau lahiran normal apa caesar. Nothing personal, tapi orang yang suka nanya kayak gini biasanya kompetitif dan/atau judgmental (ini sih asal aja.. hahaha)

ASI ekslusif dong ya nanti? Harus dong!

Suatu malam, lagi mellow nih ceritanya, saya pernah nanya ke Asa “gimana ya kalau nanti ASI nya nggak keluar?” Dan tampaknya itu menjadi kekhawatiran terbesar saya. Asa sih selalu support dan menyemangati saya pasti bisa dan jangan terlalu dijadikan beban, kalaupun pada akhirnya nggak bisa kasih ASI, kan masih ada susu formula, yang penting bayinya bisa bertumbuh dengan sehat. Saya pernah baca di blog ini, kalau ASI adalah rezeki. Saya sangat setuju! Mungkin tidak tiap orang diberi rezeki ASI yang berlimpah tapi sangat tidak fair kalau kita menghakimi perempuan lain yang tidak bisa memberikan ASI eksklusif, apalagi menghujani mereka dengan foto-foto di media sosial yang memamerkan kulkas penuh berisi kantong ASIP atau menggembor-gemborkan bahwa telah lulus ASI eksklusif. Saya selalu mendukung ASI eksklusif dan semoga bisa kasih ASI ke adek bayi. Semoga di saat saya bisa memberi ASI eksklusif saya nggak lebay! 🙂 *kalau sampai saya lebay, apalagi posting-posting di media sosial, tolong dijewer ya temennya ini*

Wajib Dibaca: Saya Ibu Menyusui dan Saya Tidak Merayakan World Breastfeeding Week

So far baru segitu sih komentar yang bikin hati panas dan terima kasih buat yang udah kasih komentar setajam silet seperti contoh di atas soalnya saya jadi belajar untuk bersabar, berefleksi (yang bukan pijet lho ya..), dan mencari informasi lebih lagi mengenai kehamilan, menyusui, parenting, dll. Akhir kata, mengutip Mas Jon Bon Jovi…. so thank you for loving me!

Quotes

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s